Jumat, 12 Februari 2016

Tentang Kekuasaan

Kekuasaan Bagaikan Lokomotif Kereta

Di antara keistimewaan penguasa adalah pengaruh yang diakibatkan kebijakannya. Jika seorang rakyat hendak makan, lalu memilih nasi atau babi, maka perbuatan itu hanya berakibat pada dirinya. Berbeda halnya dengan penguasa. Ketika ia membuat kebijakan, dampaknya akan dirasakan seluruh rakyat di negaranya, bahkan di negara lain. Bisa jadi, tidak hanya dirasakan pada saat itu namun hingga beberapa generasi sesudahnya.

Ketika penguasa menerapkan Undang-undang yang melarang miras, pornografi, atau riba; berbagai perbuatan maksiat itu akan berkurang atau bahkan lenyap dari kehidupan umum. Demikian pula ketika penguasa menerapkan #syariah secara total dan menjatuhkan sanksi tegas kepada orang yang melanggarnya, tentu akan berakibat pada ketaatan rakyat terhadap syariah. Tak mengherankan jika pemimpin adil mendapatkan pahala yang amat besar.

Para pemimpin yang adil itu disebut pertama dari tujuh golongan yang mendapatkan naungan Allah Swt, ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya pada Hari Kiamat kelak (HR al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan Ahmad)

Sebaliknya, jika penguasa menerapkan UU yang mengizinkan aneka perbuatan maksiat, dipastikan kemaksiatan akan marak di dalam kehidupan masyarakat. Dia tidak hanya berdosa atas perbuatannya, namun juga atas kegiatan maksiat yang dilakukan rakyatnya. Kelak para penguasa yang menyesatkan akan dituntut orang-orang yang tersesatkan agar mendapatkan azab dua kali lipat dan laknat yang besar (lihat QS al-Ahzab [33]: 68)

Berpijak dari ayat ini, seorang Muslim hanya akan berminat menjadi pemimpin dalam sistem yang menerapkan syariah. Ketika sistemnya bukan syariah, maka di hatinya sama sekali tidak terbetik keinginan menjadi penguasa, kecuali ia mampu mengubahnya.

Bagaikan kereta, kekuasaan di sistem kufur adalah lokomotif yang membawa berbagai gerbong kemaksiatan dan kemungkaran, yang mengantarkan masinis dan penumpangnya ke neraka yang penuh siksa.

Rabu, 10 Februari 2016

Pacaran Haram!

Bismillaahirrahmaanirrahiim

CINTA
"Kau kuhalalkan atau kulepaskan"

Begitulah kaidah cinta seorang mukmin yang menghormati kesucian cinta.
Tegas dan tak kenal basa-basi.
Dia menyadari bahwa tak ada cinta yang halal sebelum ia terikat dalam ikatan suci pernikahan.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Tidak ada penawar yg lebih manjur bagi dua insan yg saling mencintai kecuali pernikahan“ (HR. Muslim)

Sahabat...
Takdir cinta akan selalu Indah pada masanya. Engkau hanya perlu bersabar dalam penantian dan pencarian, hingga Allah membawamu pada orang yang tepat diwaktu yang tepat.
Tetaplah diatas jalan petunjuk-Nya, sekalipun ia terasa panjang.
Jangan tergesa-gesa lalu berbelok menempuh jalan pintas.
Tunggulah sampai ia mekar..
Memetiknya sebelum mekar sama dengan melawan kodrat syar'i-Nya.

Jadi.. Katakan tidak untuk pacaran.

اتَّقِ اللَّهَ ولا تَفُضَّ الْخَاتَمَ إلا بِحَقِّهِ
"Bertakwalah kepada Allah, dan jangan pecahkan cincin kecuali dengan haknya". (HR. Bukhori)
___________________
Madinah 09-01-1437 H
ACT El-Gharantaly

Dialog pak Kyai Vs Liberal

DIALOG SI LIBERAL DAN KYAI

Liber: " Ki, ada orang baek banget, anti korupsi, bangun mesjid, rajin sedekah dan suka nolongin orang, trus meninggal tapi dia bukan Muslim, masuk surga apa neraka ? "

Kyai: " Neraka... "

Liber: " Lah? Kan dia orang baek. Kenapa masuk neraka? "

Kyai: " Karena dia bukan Muslim "

Liber: " Tapi dia orang baek Ki. Banyak orang yang kebantu karena dia, bahkan umat Islam juga. Malah Bangun Masjid Raya segala. Jahat bener dah Tuhan kalau orang sebaek itu dimasukin neraka juga."

Kyai: " Allah tidak jahat, hanya adil... "

Liber: " Adil dari mana ? "

Kyai: Kamu lulusan mana?

Liber: " saya...MSc lulusan  NSW university... Sydney..Ki, kenapa?"

Kyai:" Kenapa bisa kamu dapat titel Master of Sains dari sana... "

Liber: " Yaa ... karena saya kuliah disana...Ki "

Kyai:" dan juga karena Kamu mendaftar kan...?"

Liber:"Ya jelas dong Ki... "

Kyai: " Sekiranya waktu itu kamu tidak mendaftar, tapi kamu tetap datang kesana, hadir di perkuliahan, diam-diam ikut ujian, bahkan kamu dapat nilai sempurna, apakah kamu tetap akan dapat ijazah..? "

Liber: " Jelas enggak Ki, itu namanya mahasiswa ilegal, sekalipun dia pintar, dia kan nggak terdaftar sebagai mahasiswa, kampus saya kampus terkenal ketat ki....! "

Kyai: " Berarti kampusmu jahat dong, ada orang sepintar itu tak dikasih ijazah hanya karena tidak mendaftar? "

Liber: (terdiam)

Kyai: " ya .... kan ?"

Liber: " Ya nggak jahat sih Ki, itu kan aturan harus dijalanin jadi salah dia kenapa nggak mendaftar, ........"

Kyai: " Nah, kalau kampusmu saja ada aturan, apalagi Agama..... Kalau surga diibaratkan ijazah dan dunia adalah bangku kuliah, maka syahadat adalah pendaftaran .... nya. Tanpa pendaftaran, mustahil kita dapat ijazah, sekalipun kita pintar dalam kuliah dan mampu lulus dengan cum laude.  Jadi Allah bukanlah jahat, melainkan adil....😊 "

Liber: (ngeloyor pergi.... )

Pemuda itu kita bro?

Yang Muda, Yang Berjuang!

Melihat potret generasi muda saat ini menghadirkan kepiluan tersendiri. Penetrasi budaya Barat telah berhasil menundukkan sebagian generasi muda kaum muslimin, hingga menjadikan cara berpikir Barat termanifestasi dalam sikap dan perilaku nyata kesehariannya.

Padahal pemuda merupakan sebuah sosok yang mempunyai peranan penting dan sangat strategis dalam sebuah peradaban. Jika kita mengkaji sejarah perjuangan bangsa manapun, maka pemuda senantiasa memegang peranan yang sangat menentukan.

Atas kondisi pemuda saat ini, menjadi tanggung jawab para pemuda Islam untuk melakukan perubahan dalam membangkitkan kaum Muslim di tengah keterpurukannya.

Perubahan bukan hanya membutuhkan semangat dan tekat yang besar, namun juga harus memiliki pemikiran mendasar akan problematika umat dan solusi pemecahannya. Maka sudahlah tentu akidah Islam yang harus menjadi jalan hidup dan dasar perubahan.

Dengan menjadikan Islam sebagai landasan berpikir, maka tumbuh pemuda-pemuda yang dalam jiwa dan pikirannya berkiblat pada Islam. Para pemuda yang tidak saja baik dalam aktivitasnnya, namun shahih secara ideologis.

Pemuda seperti inilah yang akan bergerak dan memperbanyak diri di tengah masyarakat untuk menyeru dan mengajak masyarakat hingga mereka menjadi bagian aktif dari perjuangan mengembalikan kehidupan #Islam.

Pemuda pejuang #Islam menjadi garda terdepan dalam mengantarkan umat menuju gerbang kebangkitan dan kemuliaan dengan jalan hidup Islam. Hingga tegaknya kehidupan Islam dengan #khilafah, institusi penerap #syariah Islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan.

Ingat firman Allah SWT dalam Al-Baqarah : 20 berikut ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.